Home > Aceh > Serah Terima Rumah, Meunasah, dan TPA DI Glee Putoh

Serah Terima Rumah, Meunasah, dan TPA DI Glee Putoh

December 17th, 2007

“Saya mengharapkan Pak Keuchik dan Pak Camat untuk segera membuat rencana yang dimasukkan dalam anggaran 2008 dengan fokus utama adalah membangun jalur transportasi yang layak dan juga penerangan untuk desa Glee Putoh”

20071212_ach_adv_panga_glee-putoh_serah-terima_pengalungan-bunga-kepada-tamu-undangan-resizeDeretan rumah smart modular type 361 yang berada di sepanjang jalan desa Glee Putoh, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya yang kebanyakan dikelilingi pekarangan yang sudah ditumbuhi berbagai tanaman yang tertata rapi menjadi penanda bahwa desa Glee Putoh telah hidup lagi. Bibit karet bantuan dari dinas pertanian, mulai bersemai diletakkan di depan masing-masing rumah dan beberapa bulan lagi siap untuk ditanam. Kondisi yang serupa bisa ditemui di Desa Gunong Meulinteng dan Panton Kabu, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya. Desa Glee Putoh yang saat ini dihuni oleh 37 kepala keluarga sangat berbeda kondisinya dengan ketika JRS pertama kali datang ke ketiga desa tersebut yang masih dipenuhi semak belukar dan kebun-kebun tak terawat.

Desa yang terletak di pedalaman Kecamatan Panga, pada hari Rabu, 12 Desember 2007, terlihat makin sibuk. Seluruh warga desa, baik laki-laki maupun perempuan, tampil rapi. Beberapa anak-anak berdandan dengan pakaian adat. Keuchik atau kepala desa pun memakai baju seragamnya. Sebuah kesempatan yang jarang ditemui dalam aktivitas sehari-hari. Warga laki-laki terlihat mondar-mandir di sekitar meunasah, memasang sound system di dalam meunasah, dan beberapa hiasan di sekitar meunasah. Satu tenda kecil didirikan di luar meunasah, dan terlihat beberapa orang warga mengangkat alat-alat untuk peusijuk. Warga perempuan terlihat berkumpul di bangunan meunasah lama dan sibuk mempersiapkan makanan dan minuman. Hujan yang terjadi pada hari sebelumnya dan membuat jalan di sekitar meunasah becek, tidak mengurangi keceriaan dan kesigapan warga desa untuk menyelenggarakan acara yang sudah ditunggu-tunggu ini. Acara apakah itu? Hari ini adalah hari serah terima bantuan dari JRS kepada warga desa Glee Putoh. “Rombongan dari kabupaten ngon kecamatan kahle truk di desa Panton Krueng. Seluruh warga diharapkan menyiapkan peu-peu nyang gohlom siap supaya entek lancar acaranjih” demikian pengumuman yang disampaikan oleh Keuchik Samsul Bahri ketika tamu undangan dari kabupaten dan kecamatan sudah sampai di desa Panton Krueng. Mendengar pengumuman tersebut, gadis-gadis cilik yang sudah berdandan pakaian adat keluar dari meunasah menuju salah satu rumah yang dekat dengan jalan. Ternyata mereka adalah para penari cilik yang dipersiapkan untuk menyambut kedatangan para tamu undangan tersebut. Warga yang lain terlihat semakin mempercepat persiapan yang sedang mereka lakukan. Rombongan tamu undangan yang terdiri dari Asisten 1 Kabupaten Aceh Jaya, Drs. Rinaldi Amin dan Muspika Kecamatan Panga berjalan sambil sesekali melompat menghindari jalan becek dan genangan air yang masih tersisa dari hujan kemarin. Mereka disambut dengan kalungan bunga dari sepasang anak laki-laki dan perempuan yang didandani khusus. Sesudah menerima kalungan bunga, kemudian mereka disuguhi tarian Reneub Lampuan oleh gadis-gadis kecil yang terlihat lugu ketika menarikannya. Rombongan kemudian masuk ke dalam meunasah dan bersalaman dengan staff JRS dan juga beberapa tamu undangan lain. Waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB ketika acara dibuka oleh pembawa acara dengan mengucapkan doa dan membacakan susunan acara, terlambat dua jam dari jadwal yang direncanakan.

Berbagai sambutan dari berbagai pihak kemudian mengalir. Keuchik Glee Putoh mengawalinya dengan ucapan terima kasih kepada pihak JRS, yang sudah memberikan perhatian kepada desa tertinggal seperti Glee Putoh dengan memberikan bantuan rumah, meunasah dan TPA. Dia juga meminta kepada pemerintah kabupaten dan kecamatan untuk tetap memperhatikan desa Glee Putoh yang menurutnya sejak tahun 1945 sampai sekarang belum pernah merasakan kemerdekaan. Terbukti dengan infrastruktur desa terutama jalan yang memadai dan listrik yang belum pernah mereka rasakan sampai sekarang yang membuat desa mereka terpencil. Selain itu, pemerintah juga diminta untuk membantu peningkatan ekonomi warga. Drs. Rinaldi Amin, sebagai perwakilan dari pihak kabupaten menyatakan penghargaan atas kerja keras yang dilakukan oleh JRS untuk membantu desa-desa di Panga. Menanggapi permintaan dari warga tentang jalan dan listrik, asisten bupati menanggapinya secara positif dan diapun memerintahkan keuchik dan camat untuk segera membuat proposal supaya pembangunan jalan yang layak serta listrik bisa dimasukkan dalam RAPBD Aceh Jaya tahun 2008. Dia juga menambahkan bahwa keinginan dari warga Glee Putoh sejalan dengan rencana Bupati Aceh Jaya, Ir. Azhar Abubakar, bahwa 80% dari APBD Aceh Jaya tahun 2008 akan difokuskan untuk membangun daerah pedesaan.

20071212_ach_adv_panga_glee-putoh_serah-terima_tari-ranub-lampuan-untuk-menyambut-tamu-resizeTerlepas dari kapan keinginan masyarakat Glee Putoh, yang bisa dikatakan ‘mewakili’ masyarakat di desa Gunong Meulinteng dan Panton Kabu, untuk mempunyai jalan desa yang layak dan juga penerangan listrik akan terwujud, komitmen dari pemerintah daerah ini menjadi salah satu pencapaian berharga dari dampak pembangunan rumah di Panga oleh JRS. Bahwa pembangunan rumah JRS, yang diakhiri dengan acara serah terima ini, bisa menarik perhatian pihak lain untuk memperhatikan dan ikut membantu perkembangan desa Glee Putoh dan desa-desa lainnya yang memang masih tertinggal. Kerja keras warga yang difasilitasi JRS dengan memberikan material rumah membuat warga bisa merasakan bantuan lain yang akan mengembangkan desa mereka. Perlu dicatat bahwa sesudah JRS memberikan bantuan rumah ke ketiga desa di Panga, bantuan dari pihak lain mengalir ke desa-desa tersebut. Bantuan dalam bidang air bersih dan sanitasi sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh penduduk di ketiga desa ini. Bantuan pertanian, yang memang sesuai dengan kesuburan tanah di desa-desa tersebut, juga sudah diterima warga. Selain untuk meningkatkan ekonomi, bantuan pertanian bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah warga menebang kayu secara liar sebagaimana selama ini sering dilakukan warga sebelum adanya moratorium illegal logging yang dicanangkan oleh Gubernur Irwandi.

Namun perbaikan ekonomi tentu saja tidak bisa dilepaskan begitu saja dari perbaikan infrastruktur khususnya jalur transportasi menuju desa-desa terpencil tersebut. Untuk menuju Glee Putoh, waktu musim hujan, jalan menuju desa tersebut sering tergenang air sehingga menjadi becek, hanya mobil 4 WD yang bisa masuk ke sana. Sepeda motor pun seringkali harus dituntun supaya tidak terpeleset karena jalan sangat licin. Sewaktu rombongan tamu undangan datang ke acara serah terima, mereka harus menumpang mobil pick up bak terbuka dari Yayasan Dian Desa. Masalah serupa juga dihadapi oleh masyarakat desa Panton Kabu. Jalan di desa mereka sampai sekarang masih becek dan licin jika musim hujan. Sedangkan jalan desa di desa Gunong Meulinteng sudah memadai, hanya saja mereka menghadapi masalah yaitu satu-satunya jembatan masuk ke desa tersebut yang terbuat dari batang kelapa, sudah ada bagian yang patah sehingga miring dan tidak bisa dilewati mobil. Kondisi jalan dan jembatan yang rusak ini akan menjadi penghambat jika warga akan mengangkut hasil produksi pertaniannya.

“Kami titipkan rumah, meunasah dan TPA kepada pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten supaya dirawat dan dan dipergunakan sebagaimana mestinya supaya menjadi dasar masyarakat Glee Putoh untuk menjalani hidup ke depan. Kami, sebagai pihak luar, memang tidak bisa selamanya berada di sini, dan tidak bisa selamanya membantu warga di sini”, kata Doni, Prodir JRS Area 1 mengawali penandatangan surat serah terima rumah, meunasah dan TPA di Glee Putoh. Acara kemudian dilanjutkan dengan peusijuk bagi para tamu undangan khususnya pihak pemerintah kecamatan, kabupaten dan staff JRS. Acara tersebut adalah simbol bahwa masyarakat Glee Putoh sudah menganggap pihak luar, khususnya dari JRS menjadi saudara mereka.

melani Aceh

  1. December 17th, 2007 at 17:53 | #1

    Teamn-teman tim Lamno,

    Selamat atas selesainya program ini yang ditandai dengan acara serah terima ini. Menarik bahwa kerja teman-teman telah memberikan dampak yang baik untuk masyarakat Panga, sehingga mereka mendapatkan bantuan dari lembaga-lembaga lain dan pemerintah. Terlebih lagi mereka bisa mengadvokasikan diri mereka sendiri di hadapan pemerintah dan pemerintah juga menyanggupi/mendorong bawahannya untuk mengajukan project yang diminta oleh warga. Selamat dan proficiat.

    Salam,

  2. pak yoko
    December 21st, 2007 at 13:16 | #2

    saya kira jalan menuju glee putoh lebih baik dari jalan menuju kuala tripa… eh eh ternyata jauh lebih “asyiik”… selamat ya mas indra dkk. terutama pak gendut.. hati2 kalau ada gajah lewat..

  1. No trackbacks yet.