UPDATE PROSES BANTUAN KORBAN BENCANA ALAM DI WILAYAH PAROKI DANAN JANUARI 2008
Setelah pengiriman bantuan untuk para korban bencana alam di dusun-dusun yang diterjang banjir bandang dan angin putting beliung pada tanggal 27 dan 30 Desember 2007, tim relawan merasa perlu untuk melakukan pengiriman lagi. Hal ini dikarenakan masih banyak korban di dusun-dusun lain yang belum terjangkau dan kurangnya perhatian dan bantuan dari pihak pemerintah setempat.
Kamis, 3 Januari 2008 sekitar pukul 08.00 WIB kita kirimkan lagi bantuan untuk para korban. Untuk menumbuhkan semangat solidaritas pada kaum muda, maka siswa-siswi SMA Pangudi Luhur Giriwoyo kali ini yang menangani pengepakan, pengiriman dan pembagian bantuan. Didampingi para guru, mereka berangkat menuju para korban bencana alam di dusun-dusun sbb:
- Dung Padas (Kecamatan Pracimantoro)
- Dung Temu (Kecamatan Pracimantoro)
- Jati Rejo (Kecamatan Eromoko)
- Wates (Kecamatan Pracimantoro)
- Bengle (Kecamatan Eromoko)
- Prambon (Kecamatan Eromoko)
- Jati Sawit Kidul (Kecamatan Giritontro)
- Jati Sawit Lor (Kecamatan Giritontro)
- Malangan (Kecamantan Eromoko)
- Mijahan (Kecamatan Pracimantoro)
- Tondan (Kecamatan Pracimantoro)
- Pendem (Kecamatan Giritontro)
- Pangkah (Kecamatan Eromoko)
Pengiriman bantuan kali ini berupa :
- Paket sembako 132 paket
- Pakaian-pakaian pantas pakai
- Sarung 99 buah
- dll
Dengan menggunakan dua buah mobil kijang bak terbuka, mereka mengangkut barang-barang itu menuju lokasi. Karena jalan-jalan rusak dan ada jembatan putus, maka untuk mencapai lokasi mereka terpaksa mengambil jalan memutar. Dalam pengiriman kali ini relawan tetap bekerja sama dengan pihak dusun dan desa, karena merekalah yang paling tahu lokasi para korban dan paling tahu jalan yang aman untuk sampai ke rumah-rumah penduduk yang diterjang banjir.
Anak-anak merasa amat terharu melihat kondisi para korban, dan dari raut wajah mereka trlihat ada sebuah rasa syukur bahwa mereka boleh membantu para korban, yang sebagian juga adalah keluarga teman-teman mereka di sekolah. Inilah pendidikan nilai yang diperoleh dari lapangan.
Jumat, 4 Januari 2008. tim relawan terjun untuk memberikan bantuan kepada para korban di dusun-dusun berikut:
- Selorejo (Kecamatan Giriwoyo)
- Mesir (Kecamatan Giriwoyo)
- Ngasem (Kecamatan Giriwoyo)
- Sumberjo (Kecamatan Giriwoyo)
Daerah tersebut merupakan daerah yang terkena banjir namun tidak begitu parah. Sehingga tim memutuskan bahwa daerah tersebut hanya akan mendapat bantuan sekali saja. Barang bantuan yang dikirim berupa:
- Sembako 35 paket
- Sarung 35 buah
Tanggal 8 Januari 08, didampingi para guru mereka, sekitar 30 siswa-siswi SMP Pangudi Luhur Giriwoyo bekerja keras untuk membagi, mengepak dan memilah-milah barang yang akan dibawa lagi ke para korban. Pada pengiriman bantuan sebelumnya, yang menjadi target adalah jumlah KK. Karena jumlah sumbangan masih sedikit, maka setiap KK, entah jumlah anggota banyak atau sedikit, tiap paket bantuan berisi jenis dan jumlah yang sama. Ternyata paket model begini tidak adil, karena amat tidak mencukupi untuk sebuah keluarga dengan jumlah anggota yang banyak.
Pada tanggal 6 dan 7 januari 08 kita mendapat tambahan bantuan cukup banyak, maka pada kesempatan kali ini sasarannya bukan KK namun jumlah jiwa.
Bersama mudika Paroki, kamis 10 Januari 08, sekitar pukul 10.00 WIB, dengan menyewa lima buah mobil bak terbuka, para siswa-siswi SMP Pangudi Luhur Giriwoyo berangkat menuju lokasi. Mereka membawa bantuan yang berupa:
- Paket sembako 561 paket
- Pakaian pantas pakai 50 dus
- Cangkul 7 buah
- Sekop 24 buah
- Keranjang 5 buah
- Alat mandi 18 paket
- Alat dapur 16 paket
- Kasur 9 buah
- Tambahan gizi balita berupa susu + SUN 9 paket
- Alat bayi 5 paket
- Selimut 14 buah
- dll
Pada kesempatan ini, tim relawan juga mengajak bu Yatmi, seorang perawat kesehatan yang dengan senang hati mengadakan pengobatan ringan untuk para korban. Dengan obat-obat yang ada pada kami, bu Yatmi dan relawan hanya bisa melayani korban di empat desa saja, yaitu:
- Jati Sawit Lor
- Bengle
- Malangan
- Prambon
Mengherankan bahwa sudah beberapa hari bencana terjadi, namun tidak ada posko kesehatan yang didirikan oleh pemerintah/puskesmas. Pangobatan gratis ini kemudian dilanjutkan pada hari Senin, 14 Januari 2008 di dusun Jati Sawit Lor tetap dengan seorang perawat dan mudika yang membantu mengukur tekanan darah pasien. Meskipun hanya ditangani oleh seorang perawat, namun pengobatan ini juga disambut secara antusias oleh penduduk yang sakit. Penyakit muntaber, pilek, batuk tidak hanya menjangkiti yang kebanjiran namun juga para tetangga mereka.
Dapur Umum
Selasa 8 Januari 2008, di dusun Jatisawit lor diadakan kerja bakti. Warga masyarakat bergotong-royong membangun tiga buah rumah sederhana bagi korban yang rumahnya roboh total. Tim relawan mengusulkan kepada warga untuk membuat sebuah dapur umum, dan kami mengirim sebagian dari keperluan sembako yang dibutuhkan. Mereka amat setuju dan tim mengirimkan bantuan berupa:
- Beras 25 Kg
- Indomie 1 dus
- Kecap 5 buah
Bantuan lain
Mengingat bahwa mayoritas penduduk di wilayah Danan memang tergolong miskin, maka bantuan juga kami berikan kepada beberapa orang yang secara tidak langsung menderita sakit karena musibah ini atau mereka yang telah berjasa dalam proses membantu para korban. Mereka itu antara lain:
- Bantuan Kepada Mbah Suki
Mbah Suki merupakan seorang umat yang sederhana dan setia. Beliau telah menyerahkan sebagian besar hidup dan apa yang beliau punyai kepada Gereja. Pada waktu ada angin putting beliung beliau jatuh di rumahnya dan menderita sakit patah tulang. Tim relawan memutuskan untuk memberikan sekedar bantuan bagi beliau, yang berupa: beras 10 Kg, mie 10 bungkus, minyak goreng 1 liter dan uang untuk berobat ke dukun patah tulang yang ada di daerah Paranggupito.
- Bingkisan untuk Tukang yang merenovasi Gereja dan Goa Maria Sendang Ratu
- Bantuan Kerja Bakti di wilayah Watu Ireng yang juga dilanda angin puting beliung. Untuk mendukung dan memberikan semangat kepada umat yang sedang kerja bakti, tim relawan membantu berupa: beras 100 Kg, mie kuning 15 buah. Untuk kerja bakti di dusun jepurun, tim relawan membantu mie kuning 15 buah.
Serba-serbi:
Barangkali karena ketika memilih barang yang akan dikirim tergesa-gesa, maka di antara pakaian bekas yang kami terima terdapat cukup banyak yang tidak akan bisa digunakan, baik karena kondisi yang sudah tidak layak (robek, kebesaran, dll), atau tidak pas (pakaian renang, you can see, dll) atau memang kurang etis diberikan (celana dalam bekas, bh bekas dll). Untuk itu kami mohon maaf apabila barang-barang tersebut tidak diteruskan kepada para korban yang hampir semua beragama islam.
Sampai saat ini bantuan untuk para korban bencana alam di wilayah Paroki Danan kami nilai cukup. Maka tim relawan menyatakan DOMPET DAN BANTUAN UNTUK PARA KORBAN BENCANA ALAM DINYATAKAN DITUTUP.
Namun apabila para saudara tetap berkenan mambantu masyarakat Danan yang mayoritas memang miskin, silahkan menghubungi langsung Rama Puspodianto, SJ yang secara resmi mulai tanggal 11 Januari 2008 menjadi pastor Paroki. Beliau bisa dihubungi di puspasj@gmail.com atau di 08124012134
Terima kasih kepada para penderma, karena tanpa uluran kasih anda yang terwujud dalam bentuk barang: sembako, susu, pakaian dll dan tentu saja uang, maka tangan kamipun tidak akan sigap membantu saudara-saudara yang sedang dilanda musibah. Dengan bantuan anda, semua dapat merasakan belas kasih Allah secara lebih nyata.
Rm. Mardisantosa, SJ
Paroki Danan, Wonogiri