Home > News > Kisah Dua Kebun

Kisah Dua Kebun

April 11th, 2008

Program Peace Education JRS Menggunakan Media Puppetry

“Anak-anak pernah punya teman baru?”
“Pernah.”
“Sama nggak, rambutnya, kulitnya, bahasanya?”
“Tidaaak.”
“Bagaimana sikap kita kalau ada teman baru?”
“Menyanyangi.”
“Jangan iri, jangan suka suudzon (buruk sangka), jangan dengki.”

pe54.jpg Itulah sekelumit dialog antara Entis (staf Peace Education JRS) dengan anak-anak MIN Rantau Panjang, Kecamatan Meurebo, Aceh Barat. Hari itu, Selasa, 11 Desember 2007, JRS membuat kegiatan desiminasi (pilot project) untuk program Peace Education dengan menggunakan media boneka dan media audio-visual berupa pemutaran film bertema perdamaian dengan judul “Dua Kebun”. Kegiatan ini sendiri adalah bagian dari program pengurangan resiko bencana (DRR) yang dimotori oleh Cordaid, IDEP, JRS, No String dan Trocaire. Ada lima kisah tentang bencana, mulai dari banjir dan tanah longsor, tsunami, gempa bumi, gunung berapi serta konflik.

Program Peace Education ini dibuat JRS di 10 tempat, yaitu:
Aceh Selatan
1. TPA Rantau Binuang
2. SD Panton Luas
3. TPA Lubuk Layu
Aceh Barat
1. MIN Rantau Panjang
Nagan Raya
1. SD Kuala Tripa
2. SD Alue Seupeng
Aceh Timur
1. SD Kemuning Hulu
2. Sekolah Alternatif Kuala Pare
Kota Langsa
1. PAUD Uswatun Hasanah Desa Pondok Kemuning
2. TPA An-Nur Gampong Seulalah,

Program DRR ini dimulai ketika Troaire dan No Strings memproduksi program edukasi berupa empat film boneka dimana anak-anak diajak-secara visual-bagaimana caranya menyelamatkan diri mereka pada saat terjadi bencana alam. Kemudian Trocaire menambah film kelima yang membawakan pesan-pesan advokasi akan perdamaian. Trocaire lantas mengajak IDEP untuk menjadi mitra utama menghasilkan film-film dengan tema kesiapan menghadapi bencana alam dan JRS untuk film advokasi perdamaian. Cordaid dan Trocaire bertanggung jawab mendanai penyebaran film-film ini.

pe32.jpgKisah film Dua Kebun sendiri bertitik pada rasa iri hati Taka kepada Dani karena kebun Pak Dodon yang dikerjakannya ditumbuhi tanaman subur dan terawat Sementara kebun Taka penuh batu dan tanaman liar. Dani memang rajin merawat kebunnya sementara Taka lebih suka bermalas-malasan dan selalu mencari alasan ini-itu. Dtambah lagi bahwa Dani adalah tetangga baru mereka. Taka kemudian bergosip tentang kejelekan Dani dengan teman-temannya. Seolah mendapat angin, Taka berpikir bahwa ia harus berbuat sesuatu untuk menghentikan Dani. Taka dan kawan-kawannya sepakat untuk membakar kebun Dani yang subur. “Dani pasti dimarahi pak Dodon, karena kebunnya rusak.”pikir Taka. Ternyata api yang disulut Taka di kebun Dani merambat menuju pemukiman warga. Singkat cerita akhirnya Danilah yang datang dan menyelamatkan seluruh desa.

“Memang film dan puppetry ini baru salah satu media untuk mengajarkan nilai-nilai perdamaian pada anak-anak. Diharapkan akan muncul bentuk media-media baru yang segar, disesuaikan dengan budaya masyarakat serta target yang ingin disasar.” Tutur Amsa, Koordinator Program Peace Education JRS.

admin News

  1. Dev
    April 24th, 2008 at 08:49 | #1

    Selamat untuk teman-teman Peace Education. Semoga program ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat membantu anak-anak memahami tentang perdamain.

  1. No trackbacks yet.