Memasuki hari ketiga, training sistem kesiapsiagaan bencana yang diadakan oleh JRS Medan-Aceh Selatan di Parapat semakin dalam dan menarik. Sesi pada pagi hari dipergunakan oleh fasilitator untuk memperdalam pengetahuan seluruh peserta dengan definisi dan landasan umum tentang sistem kesiapsiagaan bencana. Materi ini disampaikan oleh Eko yang disambung dengan tanya jawab. ” Apakah perlu pengulangan untuk EWS (Early Warning System) hingga beberapa kali?” tanya Mustika. Eko menjelaskan bahwa untuk menentukan apakah perlu dilakukan pengulangan atau tidak dalam EWS melihat kebutuhan masyarakat.
Read more…
admin News
“Sebagian besar masyarakat masih menganggap bencana merupakan cobaan dari Tuhan, dan karena manusia membuat kesalahan maka Tuhan memberikan banjir,longsor dan sebagainya, bagaimana menjelaskan pada masyarakat tentang hal ini?” tanya Sukri, staff JRS Tapaktuan untuk proyek sekolah. Fasilitator kemudian membawa peserta pada permainan lempar tangkap untuk menjawab pertanyaan tersebut. Permainan berlangsung dengan ramai dan barang-barang berjatuhan. Eko kemudian meminta seluruh peserta untuk saling lempar tangkap namun tidak boleh ada barang yang jatuh. Setelah berdiskusi permainan lempat tangkap berjalan dengan mulus, setiap peserta memanggil nama peserta yang lain sebelum melempar barang. Dan, tidak ada satu barangpun yang jatuh kali ini.
Read more…
admin JRS
Memasuki bulan puasa, aktivitas implementasi program JRS di Aceh mulai banyak berkurang. Namun, bukan berarti staff JRS sama sekali tidak melakukan apapun. Kegiatan selama satu bulan masa puasa difokuskan pada peningkatan kapasitas staff . Kunjungan ke desa dampingan tetap dilakukan tapi tidak dengan intensitas yang tinggi. Peningkatan kapasitas staff dilakukan dengan training Disaster Preparedness Management (DPM) di Hotel Niagara, Parapat mulai tanggal 10 - 17 September 2008.
Read more…
admin JRS Add new tag
“Saat itu aku di rumah, ada tentara dan polisi datang, ayah begini, lalu mukanya dipukuli,” cerita Irwan sambil menyilangkan kedua tangan mengapit leher tanda orang yang menyerah. Saat itu Irwan masih Kelas I SD di SDN Blang Teungoh , Kuala, pada tahun 2002.
Read more…
admin Aceh