Belajar Bersama Tentang Bencana
Memasuki bulan puasa, aktivitas implementasi program JRS di Aceh mulai banyak berkurang. Namun, bukan berarti staff JRS sama sekali tidak melakukan apapun. Kegiatan selama satu bulan masa puasa difokuskan pada peningkatan kapasitas staff . Kunjungan ke desa dampingan tetap dilakukan tapi tidak dengan intensitas yang tinggi. Peningkatan kapasitas staff dilakukan dengan training Disaster Preparedness Management (DPM) di Hotel Niagara, Parapat mulai tanggal 10 - 17 September 2008.
Training Sistem kesiapsiagaan bencana ini bertujuan agar seluruh staff JRS mengerti dan memahami konsep kesiapsiagaan bencana, mampu memfasilitasi proses berbagi pengetahuan & keterampilan, dan pada akhirnya mampu melakukan simulasi kesiapsiagaan bersama komunitas. Tujuan tidak langsung dari training ini agar komunitas dampingan komunitas siap-siaga terhadap bencana. Rangkaian training selama 7 hari terdiri dari konsep manajemen kesiapsiagaan dan kedaruratan, do no harm, piagam kemanusiaan, analisis kebutuhan dasar kondisi darurat, standar minimum respon darurat, penanganan penderita gawat darurat oleh komunitas, rencana kesiapsiagaan dan kontijensi, menyusun rencana tindak lanjut dan terakhir menyusun laporan. Training ini difasilitasi oleh 3 fasilitator dari Pusat Studi Manajemen Bencana UPN, Yogyakarta yakni Eko Teguh Paripurno, Sigit Purwanto, dan Sigit Widiyanto. Pada hari ini seluruh tim yang berasal dari proyek di Aceh Selatan dan Sumatera Utara diajak untuk mengenal apa itu manajemen kesiap-siagaan bencana. Peserta terlibat dalam permainan sendok-kelereng untuk mengenal pentingnya bekerja sama, mengatur strategi dan membuat aturan main dalam situasi bencana. Setelah itu peserta terlibat dalam diskusi tentang apa itu bencana, penyebab beresiko dan bagaimana bersiap siaga. Diskusi kelompok dan kelas berlangsung dengan hangat dan setiap peserta terlibat aktif.
Semoga yang sempat kita pelajari bareng bermanfaat buat semua…….