Home > JRS > Mengenal Sistim Peringatan Dini

Mengenal Sistim Peringatan Dini

September 12th, 2008

“Sebagian besar masyarakat masih menganggap bencana merupakan cobaan dari Tuhan, dan karena manusia membuat kesalahan maka Tuhan memberikan banjir,longsor dan sebagainya, bagaimana menjelaskan pada masyarakat tentang hal ini?” tanya Sukri, staff JRS Tapaktuan untuk proyek sekolah. Fasilitator kemudian membawa peserta pada permainan lempar tangkap untuk menjawab pertanyaan tersebut. Permainan berlangsung dengan ramai dan barang-barang berjatuhan. Eko kemudian meminta seluruh peserta untuk saling lempar tangkap namun tidak boleh ada barang yang jatuh. Setelah berdiskusi permainan lempat tangkap berjalan dengan mulus, setiap peserta memanggil nama peserta yang lain sebelum melempar barang. Dan, tidak ada satu barangpun yang jatuh kali ini.

Dari permainan tersebut, Eko mengajak seluruh peserta untuk melakukan refleksi untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkn oleh Sukri. ” ketika kita dihadapkan pada kondisi pertama kali, memang kita tidak bisa berbuat apa-apa, tapi pada kedua kita telah bisa mengatur apa yang terjadi di sekitar kita. Kita tidak menerima apa adanya dari sekitar ” jawab Didik. Doni menjawab dengan sedikit berbeda ” Gempa bumi tidak pernah membunuh, Tuhan menciptakan dunia serba baik, dan dinamika yang diciptakan seperti gempa supaya keadaan di bumi baik. Manusia diberi kemampuan untuk menyesuaikan dengan alam lewat akal budi yang dimilikinya, manusia menggali tanda –tanda gempa bumi dan dampaknya seperti apa. Sehingga pada titik tertentu manusia memiliki kemampuan untuk menghadapi bencana” Peserta satu demi satu mengungkapkan refleksinya atas permainan tersebut.

Inilah gambaran sekilas proses training Sistem Kesiapsiagaan Bencana JRS Tapaktuan-Medan di hari kedua, yang telah berlangsung dengan hangat sejak awal. Tema besar training hari kedua adalah mengajak seluruh peserta untuk mengenali apa itu sistem peringatan dini dengan praktik langsung. Peserta yang telah dibagi dalam 5 kelompok diajak untuk exposure lapangan di tepi Danau Toba, selama 1,5 jam. Tugas kelompok adalah menentukan di mana daerah rentan dan jenis ancaman yang muncul. Dari informasi temuan di lapangan kelompok bertugas membuat peta lokasi ancaman dan kerentanan di sekitar danau Toba. Setelah makan siang hasil exposure didiskusikan dalam kelompok besar, dan informasi yang ditemukan sangat bervariasi. Tugas kelompok kedua adalah membuat sistem peringatan dini. Kelompok bertugas membuat sistem peringatan dini berdasar dari informasi yang telah diperoleh dari diskusi diawal. Hari kedua ditutup dengan presentasi kelompok satu.

admin JRS

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.