Hari ini Senin tgl 20 Oktober, perjalanan saya kali ini di mulai dengan menaiki travel dengan kendaraan mobil L300 jurusan Meulaboh - Panga. Hujan yang mengguyur bumi Aceh terus menerus sejak hari minggu menyebabkan banjir di beberapa lokasi sepanjang perjalanan menuju ke Panga. Banjir sudah terasa saat mobil memasuki daerah Gampong Cot, Kecamatan Boubon, Kabupaten Aceh Barat. Aliran banjir seperti sungai yang deras, ditambah lagi dengan kondisi jalan yang belum di aspal dan lubang di sana sini, membuat pengemudi kendaraan harus berjalan merayap dan extra hati-hati. Keberadaan joki- joki banjir (menurut istilah saya) yang terdiri dari anak anak, remaja tanggung dan orang tua, cukup membantu pengemudi kendaraan baik itu mobil atau motor untuk menghindari lobang lobang di jalan dan genangan air yang dalam yang menggantinya dengan uang Rp 1.000 untuk jasa mereka. Bagi mereka saat saat banjir juga bisa untuk mendulang sedikit rejeki.
Read more…
admin Aceh, News
Dalam salah satu acara Pelatihan Emergency Preparadness System yang difasilitasi oleh Jesuit Refugee Service bekerja sama dengan Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Jogjakarta, terekam dengan sangat baik ungkapan berikut ini:
“Yang membunuh itu bukan gempa tetapi tembok,â€terang Eko Teguh Paripurno (ET), fasilitator pelatihan EPS dari Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Jogjakarta. â€Gempa dan gejala alam sebenarnya patut disyukuri karena menandakan bumi kita hidup. Kalau tidak ada gempa mustahil ada danau Toba, sungai atau mata air jernih.â€tambahnya. â€Tuhan menciptakan manusia dengan akal maka seharusnya manusia tidak menyalahkan alam atau Tuhan atas bencana yang terjadi namun menggunakan akal miliknya untuk hidup selaras dengan alam,â€
Ungkapan diatas mendorong saya untuk berbagi refleksi yang belum selesai berikut ini.
Read more…
admin News
Ribuan massa dari berbagai penjuru Aceh sejak pagi (11/10) telah memadati halaman Mesjid Raya Baitulrahman, kehadiran masyarakat aceh ini tidak lain adalah untuk menyambut dangan istimewa dan sekaligus bertemu dengan petinggi yang juga Deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM),Teungku Hasan Muhammad Di Tiro. Gelombang massa yang berdatangan sejak Kamis (9/10) dari berbagai kabupaten/kota di provinsi ini dengan mengunakan berbagai kendaraan.
Read more…
admin Aceh, News
Hari ini pukul 10.30 WIB, dua pesawat Firefly-anak perusahaan Malaysia Airlines-yang membawa Hasan Tiro, Malek Mahmud, Zaini Abdullah, Irwandi Yusuf, Muzakkir Manaf dan pimpinan teras Gerakan Aceh Merdeka (GAM) lainnya akan mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. Ini adalah kali pertama sang wali nanggroe menjejakan kaki di tanah kelahirannya setelah 29 tahun hidup di tanah pengasingan. Seluruh Aceh bersorak. Di seantero Aceh, ribuan orang bergerak menuju Banda Aceh untuk melihat kepulangan wali. Ratusan anggota KPA (Komite Peralihan Aceh) dari berbagai sagoe beriringan menjaga arus massa di sepanjang pantai timur. Bendera Partai Aceh (PA) yang mirip dengan lambang kebesaran GAM dikibarkan arak-arakan massa di atas mobil, motor, bus dan truck dari Kuala Simpang sampai Banda Aceh. Dari berbagai lapisan sosial, anak-anak sampai orang tua, perempuan dan laki-laki berkumpul di titik-titik strategis seputaran ibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Read more…
admin Aceh, News
Gunung Halimun, Pidie, 4 Desember 1976. Hasan Asleh, Jamil Amin, Zainal Abidin, Ilyas Leubee, Daud Paneuk dan Hasan Tiro berikrar mendirikan Negara Aceh Sumatra Merdeka. Organisasi yang berjuang menegakkan Negara Aceh yang merdeka dan berdaulat disebut Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan sayap militer yang dikenal dengan nama TNA (Tentara Neugara Atjeh). Dalam struktur GAM, Hasan Tiro diangkat sebagai wali negara yang membawahi 15 menteri, empat pejabat setingkat menteri dan enam gubernur. Perjuangan GAM yang diletakan oleh Hasan Tiro adalah perjuangan nasionalis-sekuler, jauh berbeda dengan gerakan pendahulunya Tgk Daud Beureueh, 20 September 1953-25 Mei 1959 yang berkerangka Islam. Perjuangan Hasan Tiro-cucu pahlawan nasional Tgk Cik di Tiro-awalnya dengan mudah ditumpas Pemerintahan Soeharto hanya setahun sejak gerakan ini diproklamirkan.
Read more…
admin Aceh, News