Sekilas: PEUSIJEUK, di Lhok Rukam, yang PEACE : dari sudut pendatang baru
Kata Peusijeuk jika dirasakan akan dekat dengan peace (pi:s)“damai†[1]. Suasana ini terasa saat memasuki Gampong Lhok Rukam yang memiliki kecamatan Tapak Tuan, meski mentari terasa terik, tetapi suasana sambutan dan suasana meriah sungguh menghadirkan Damai bagi setiap orang yang hadir dalam acara ini.Tulisan-tulisan yang tertera pada papan kecil, Allah Maha Tahu, Maha Kuasa dst, yang digantungkan seakan menyambut dan menunjukkan suasana Gampong Lhok Rukam sebagai salah satu dari Gampong yang memiliki tradisi Islami sangat kuat, tetapi sekaligus kreatif.
Suara dari sound system organ tunggal Swara Pesona,menggelegar mewarnai suasana meriah, mengajak setiap orang untuk mendengarkan suara yang hangar bingar di Gampong Lhok Rukam. Gampong yang meraih juara gampong terbaik tingkat Propinsi Aceh, dengan menyisihkan 246 gampong lainnya. Bendera-bendera partai dari pelbagai partai menambah suasana meriah di sekitar. Ibu-ibu PKK sibuk mempersiapkan pelbagai makanan yang mengundang selera untuk segera makan. Dua Ibu PKK menemani para JRS putri, yang duduk manis menikmati sajian musik. Deskripsi suatu peran wanita yang penting dalam suatu tatanan masyarakat. Dua wanita berpakaian feimin tanpa jilbab sempat mengundang beberapa mata menatap penuh keheranan, beberapa teman JRS mengungkapkan hal tersebut.. Apakah ini gambaran kebebasan/kebablasan dari tradisi? Masyarakat yang tak mempersoalkan lagi? Pertanda apa ini? Penulis tak mau masuk lebih dalam lagi? Anak-anak dan orang muda sudah duduk dengan siapnya menanti acara akan segera dimulai.