Home > Aceh, Opini Personal > Sekilas: PEUSIJEUK, di Lhok Rukam, yang PEACE : dari sudut pendatang baru

Sekilas: PEUSIJEUK, di Lhok Rukam, yang PEACE : dari sudut pendatang baru

March 3rd, 2009

Kata Peusijeuk jika dirasakan akan dekat dengan peace (pi:s)“damai” [1]. Suasana ini terasa saat memasuki Gampong Lhok Rukam yang memiliki kecamatan Tapak Tuan, meski mentari terasa terik, tetapi suasana sambutan dan suasana meriah sungguh menghadirkan Damai bagi setiap orang yang hadir dalam acara ini.Tulisan-tulisan yang tertera pada papan kecil, Allah Maha Tahu, Maha Kuasa dst, yang digantungkan seakan menyambut dan menunjukkan suasana Gampong Lhok Rukam sebagai salah satu dari Gampong yang memiliki tradisi Islami sangat kuat, tetapi sekaligus kreatif.

Suara dari sound system organ tunggal Swara Pesona,menggelegar mewarnai suasana meriah, mengajak setiap orang untuk mendengarkan suara yang hangar bingar di Gampong Lhok Rukam. Gampong yang meraih juara gampong terbaik tingkat Propinsi Aceh, dengan menyisihkan 246 gampong lainnya. Bendera-bendera partai dari pelbagai partai menambah suasana meriah di sekitar. Ibu-ibu PKK sibuk mempersiapkan pelbagai makanan yang mengundang selera untuk segera makan. Dua Ibu PKK menemani para JRS putri, yang duduk manis menikmati sajian musik. Deskripsi suatu peran wanita yang penting dalam suatu tatanan masyarakat. Dua wanita berpakaian feimin tanpa jilbab sempat mengundang beberapa mata menatap penuh keheranan, beberapa teman JRS mengungkapkan hal tersebut.. Apakah ini gambaran kebebasan/kebablasan dari tradisi? Masyarakat yang tak mempersoalkan lagi? Pertanda apa ini? Penulis tak mau masuk lebih dalam lagi? Anak-anak dan orang muda sudah duduk dengan siapnya menanti acara akan segera dimulai.

Keucik Bpk. Suhardi dan Pak Tengku Harmat, yang ramah dan santun menyambut JRS dengan kegairahan sendiri. Mereka mengajak anggota JRS untuk duduk, di tepian pantai, sambil menikmati irama musik.Saat duduk bersama Pak Keucik meminta alamat email JRS dan mencatat dalam handphonenya, salah satu pertanda ada pengenalan teknologi, tetapi lebih dari itu adalah antusiasme untuk membangun suatu PEACE (pis) damai demikian juga dengan Peusijeuk tak lepas dari kedamaian yang membawa pada keakraban dan keeratan untuk melaksanakan suatu pekerjaan bersama. Suasana ini bukan sekedar suasana tetapi mencerminkan suatu masyarakat yang lebih dinamis. Masyarakat yang berpendidikan, lebih terbuka (bendera-bendera partai yang lebih berwarna-warni) dan adanya keakraban yang diciptakan. Budaya Islami yang dibangun bersama modernitas (setidaknya diwakili oleh organ tunggal), kecekatan untuk menangkap ide-ide dan pelaksanaan program JRS. Suara musik bersama para penyanyi melantunkan lagu-lagu yang hampir mengalahkan orang untuk bicara, tapi untuk tetap diam menikmati.

Pukul, 11.05, para pelantun berhenti, pembawa acara mengumumkan tentang acara yang akan dilalui. Doa sebagai langkah awal dibawakan oleh salah seorang Ibu PKK, dilantunkan penuh hikmat, mengundang suasana hikmat. Pak Kheucik memberi sambutan dengan mengucapkan selamat datang dan menyambut baik program-program yang telah ditawarkan oleh JRS. Pak Daryadi mewakili JRS, dalam sambutannnya memuji-muji Gampong yang telah meraih sebagai Gampong terbaik di Propinsi NAD. Sekaligus mengharapkan kerjasama dalam kelanjutan program JRS, dalam kaitannya akan anak Muda, anak sekolah dan komunitas/masyarakat. Tepung tawar yang merupakan mahkota dari acara, semakin menggambarkan suasana yang akan dibangun adalah suasana erat dan akrab, seperti disimbolkan dengan ketan kuning (pulud), damai dan sejuk seperti air yang dipercikan. Suasana ini menunjukan antusiasme Gampong dalam menerima program JRS.

Saat dhuhur mengajak setiap orang muslim untuk mengarahkan hati pada Pencipta, maka acara dihentikan. Dilanjutkan dengan acara makan bersama. Acara ini menambah cermin suasana kebersamaan dan keakraban,semakin nampak, setidaknya yang nampak diantara para Ibu-ibu PKK yang mensyukuri keberhasilnya dalam pembinaan ibu-ibu. Berdasarkan sekilas kesan ini, penulis yakin program JRS akan berjalan dengan sangat baik di Gampong Lhok Rukam.

Sebagai kesan: Warga Lhok Rukhman adalah warga yang menempatkan wanita ambil peran dalam tata masyarakat, keislaman yang lebih dinamis, simbolik Islami yang lebih kreatif, keterbukaan dan berpendidikan. Maka pantaslah bila gampong ini mendapat penghargaan tingkat Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Tapak Tuan,15 Februari 2009.

by windi.


[1] Berkaitan dengan arti Peusijeuk, lihat kembali tulisan Mas Enggal di Air Pinang, yang sudah sekilas menulis istilah ini. Disini penulis hanya mau mengkaitkan dengan kata bahasa Inggris yang artinya mirip

admin Aceh, Opini Personal

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.