“Bu, pokoknya kami akan tetap tinggal disini. Kalau pindah, mau pindah kemana lagi. Kami sudah tidak punya tempat selain disini”. Ucapan Bu Barisah ini masih tetap segar diingatanku meski sudah lebih tujuh bulan yang lalu aku dengar. Kegelisahan janda usia 60 tahun yang belum pernah melahirkan ini terbayang dari sorot matanya yang memerah.
Jauh dari tempat tinggal Ibu Barisah yang berada kawasan lokasi relokasi di Batangtoru, kegelisahan senada tergetar dari Bu Surayem, peranakan Tegal, Jawa Tengah yang tinggal bersama ibu, suami dan anaknya di Sei Minyak. “Lha nek digusur, terus arep manggon neng endi“, kalimat dengan bahasa Jawa ini keluar ketika meanggapi issue reloksi karena tempat tinggalnya adalah kawasan konservasi yang tidak boleh untuk tempat tinggal.
Read more…
admin Opini Personal batangtoru, sei lepan, sei minyak
Kalimat di atas aku dengar dari hasil obrolan kami dengan seorang warga yaitu pak Yatno ( wakil coordinator ) di Barak Induk dan banyak hal yang di bicarakan antara lain perkembangan ekonomi, pendidikan, politik dan juga menanyakan maksud kedatangan kami ( JRS ) dan bang Sil yang menjelaskan tujuan kunjungan JRS, apapun yang akan di buat oleh JRS bagi warga Barak Induk dengan senang hati kami persilahkan . Prinsip yang di pakai oleh mereka dalam hal tanah adalah yang pertama menduduki tanah, selanjutnya mencoba menguasai dan mulai dengan tanam tanaman jangka pendek maupun jangka panjang, persoalan selanjutnya bisa di miliki atau tidak itu adalah “ resiko “ yang harus di terima, inilah prinsip warga korban konflik saat menempati areal TNGL di kecamatan Sei Lepan.
Read more…
admin Opini Personal
Di Pertengahan Bulan Januari 2008 yang lalu, kami dari JRS mengadakan acara Capacity Building yang tujuannya untuk membangun kerjasama dan kekompakan antar sesama tim di JRS. Kegiatan kami tersebut diselenggarakan di Pulau Samosir di sebuah pulau di tengah sebuah Danau Toba di Sumatera Utara.
Dari berbagai kegiatan yang saya jalani, ada satu kegitan yang sangat membuat saya bahagia sekaligus terharu yaitu pada sesi dimana seluruh peserta pelatihan yang berjumlah 42 orang dititipkan kaca mata baca (rabun dekat) oleh panitia, Kami diberi tugas, yang tugasnya adalah seluruh peserta diminta menemui masyarakat yang ada di pulau tersebut dan memberikan cuma-cuma kaca mata tersebut kepada masyarakat yang ditemuinya. Dan sekaligus menitipkan pesan agar suatu saat seandainya orang tersebut berbahagia maka bisa membagikan sedikit kebahagiaannya kepada orang lain.
Read more…
admin Opini Personal