Home > Opini Personal > Hidup dan Resiko

Hidup dan Resiko

March 4th, 2009

Kalimat di atas aku dengar dari hasil obrolan kami dengan  seorang warga  yaitu pak Yatno ( wakil coordinator ) di Barak Induk dan banyak hal yang di bicarakan antara lain perkembangan ekonomi, pendidikan, politik dan juga menanyakan maksud kedatangan kami ( JRS ) dan bang Sil yang menjelaskan tujuan kunjungan JRS, apapun yang akan di buat oleh JRS bagi warga Barak Induk dengan senang hati kami persilahkan . Prinsip yang di pakai oleh mereka dalam hal tanah adalah yang pertama menduduki tanah, selanjutnya mencoba menguasai dan mulai dengan tanam tanaman jangka pendek maupun jangka panjang, persoalan selanjutnya bisa di miliki atau tidak itu adalah “ resiko “ yang harus di terima, inilah prinsip warga korban konflik saat menempati areal TNGL di kecamatan Sei Lepan.

Perkembangan warga Barak Induk sangat pesat bahkan dalam jangka pendek maupun panjang ekonomi warga akan semakin membaik karena lahan karet dan sawit sekarang mulai menghasilkan bahkan kehidupan warga Barak Induk sudah jauh lebih baik dari pada warga lokal sekitarnya, sementara di bidang pendidikan sudah cukup maju apalagi support untuk operasinal sekolah akan lebih memudahkan karena kebun sawit seluas 2 ha milik sekolah sudah dapat memproduksikan  hasilnya, ada penambahan tiga ruangan permanent untuk SD berkat kemurahan hati bupati terpilih Langkat saat berkunjung ke Barak Induk dan juga bantuan dari pihak luar lainnya yang di upayakan oleh pihak komite sekolah dan alhamdulillah tiga lokal yang di bangun hampir selesai tanpa harus membebani warga.

Cerita lain dari pak Yatno adalah beliau sangat menyesal dengan teman-teman yang di relokasikan ke Tapanuli Selatan, mengapa sampai kini mereka belum juga ada perkembangan ke arah yang lebih baik padahal JRS sudah banyak mengeluarkan uang sejak dari proses awal sampai sekian lama di relokasi di tanggung segalanya, kalau mau di bandingkan dengan kami yang di sini seharusnya warga relokasi sudah lebih baik kehidupannya dan mapan, sebenarnya yang di harapkan JRS adalah keberhasilan akan masa depan dampingannya bukan balasan seperti yang di lakukan oleh warga relokasi bahkan sampai saat ini masih menggantung hidupnya lanjut pak Yatno dengan penuh kesal pada rekan-rekan warga reokasi Tap-Sel dan beliau juga berharap agar warga relokasi bisa merubah pola menggantung dan bisa mampu mandiri membangun masa depannya.

Voluntir kesehatan JRS yang pernah melayani pengungsi Barak Induk dan Sei Minyak saat ini punya lahan sawit di dua tempat tersebut dan sudah dapat menikmati hasilnya, lahan sawitnya yang ada di Barak Induk pernah di tawar orang dengan harga rp 150 jt tapi  Putra ( volunteer JRS ) menolaknya,  lahan sawit milik warga Barak Induk penawarannya sangat tinggi oleh pihak luar, ini yang di kwatirkan oleh beberapa tokoh warga termasuk pak Yatno, namun sejauh ini belum ada warga Barak Induk yang menjual lahan karet dan sawitnya apalagi di jual ke pihak luar.

Situasi di Sei Minyak jauh ketinggalan dan hampir tidak ada yang berubah bahkan warganya pecah jadi beberapa kelompok, selain itu ada yang memilih pulang ke Aceh tempat asalnya sebelum terjadinya konflik dan warga yang masih bertahanpun hanya menunggu apa yang akan terjadi pada mereka syukur alhamdurillah kalau ada yang memperhatikan mereka dan merelokasikan mereka, memang pernah ada yang menawarkan lokasi buat mereka namun sampai kini belum ada tindaklanjutnya bahkan orang yang menawarkan kebaikan tersebut tidak pernah datang lagi ke Sei Minyak dan mereka juga mengakui keuletan warga Barak Induk.

Kehadiran kami ( Yitra, Ningsi, bang Sil dan aku ) juga menjadi hal agak aneh karena sudah sekian lama JRS tidak berkunjung ke sana, dengan penuh sabar bang Sil menjelaskan pada beberapa warga yang hadir termasuk coordinatornya dan mereka juga mempersilahkan apa yang akan di buat oleh JRS untuk warga Sei Minyak, yang berubah di Sei Minyak Cuma tanaman karet atau sawit yang di tanam sekitar rumahnya selebihnya mereka hanya bergantung pada kerja harian yang di tawarkan dari luar dan semoga pihak pemerintah juga secepatnya menemukan solusi terbaik bagi warga korban konflik yang ada di Sumatera Utara, Amiiiiiin!!!!

by Hans

admin Opini Personal

  1. No comments yet.