Home > Aceh > Lhok Rukam yang Super Kilat….!!!!

Lhok Rukam yang Super Kilat….!!!!

September 11th, 2009

Sebuah catatan singkat
Dari kegiatan pesantren kilat di SDN Lhok Rukam

Suasana kantor Jambo Apha di hari ke 5 puasa sangat ramai karena semua staff tidak ada yang ke lapangan, terutama di ruangan depan. Hampir 5 menit sekali Abah (yang selalu memproklamirkan dirinya ganteng) mondar mandir memberikan intruksi kepada teman-teman untuk mempersiapkan perlengkapan untuk acara pesantren kilat di SDN Lhok rukam pada tanggal 27 Agustus kemarin. Kami pun bergerak dengan cepat seperti kilat (lebai) dan sudah memutuskan, untuk kegiatan anak adalah membuat kartu lebaran sebagai bentuk permintaan maaf mereka kepada orang-orang yang mereka sayangi. Untuk memudahkan anak-anak dalam membuat kartu lebaran, kami menggunting kertas origami menjadi berbagai bentuk seperti mesjid, pohon, awan serta ada juga unta dan ketupat karya mr. kresek sehingga anak–anak bisa langsung menempelkannya. Dalam proses menggunting sesekali Pak Zain alias Kang Zain (panggilan kesayangannya) menggoda dek Rahma yang selalu menjadi pelengkap penderita dan Nena sang penggemar ST duobaleh, suasana bekerja menjadi sangat menyenangkan apalagi diiringi dengan nyanyian khas sunda yang di bawakan oleh mbak Nur yang liriknya “abah ganteng, abah kasep, didorong-dorong” (ternyata abah yang dipuji-puji hanya sebuah gerobak, piss bah :smile:) serta ditemani dengan candaan-candaan khas Trio BAZ (Abah, Amsa, Zain… maksa ya).

Hujan sangat deras mengguyur Tapaktuan pada hari yang sudah kita nantikan dari kemarin tetapi kami tetap semangat walau hanya Pak Zain, Mbak Nur, Farida, Rahma, Bang Tapoen dan saya sendiri yang pergi sedangkan teman-teman yang lain harus menyelesaikan laporan yang dikejar deadline.  Seperti biasa setiap keberangkatan ke lapangan selalu ada perebutan kursi antara Pak Zain dan Dek Rahma dan akhirnya kursi depan itu dimenangkan oleh Rahma dengan pertimbangan kasihan :grin:. Setibanya di Lhok Rukam, kami sudah di tunggu oleh para guru dan murid-murid dan langsung dipersihlakan masuk oleh bapak kepala sekolah.

Agenda dari sekolah adalah perlombaan mengaji. Anak-anak sangat tertib dalam mengikuti acara tersebut. Ibu Ernawati memanggil nama anak-anak yang sudah masuk babak final satu persatu, maklum hari itu adalah hari terakhir pesantren kilat diadakan. Setiap anak yang di panggil harus membacakan ayat-ayat suci Al’Quran sebanyak 3 ayat saja sesuai dengan bacaan dari teman sebelumnya dan di nilai oleh para juri (guru-guru). Jadi setiap anak harus menyimak pada saat teman-temannya sedang mengaji didepan kelas, sehingga pada saat nama mereka di panggil mereka sudah siap. Pada saat pertama kali mendengar anak-anak itu mengaji, hanya satu kalimat yang terlontar “Subhanallah, kecil-kecil mereka sudah pintar mengaji dengan lancar dan berirama lagi” (jadi bahan intropeksi diri he..he..). Setelah acara utama selesai kemudian pembawa acara mempersilahkan JRS untuk menggambil alih acara, Pak Zain sebagai duta tim school saat itu langsung menjelaskan kepada anak-anak maksud kedatangan kami dan mengintruksikan anak-anak untuk membuat kartu lebaran. Setiap anak dibagikan 1 kartu dan gambar-gambar yang sudah siap buat ditempel sebagai asesoris kartu lebaran. Kemudian Mbak Nur menjelaskan cara membuatnya dan memperlihatkan kartu yang sudah siap sebagai contoh.

Anak-anak sangat antusias dalam mengapresiasikan permintaan maaf mereka, begitu juga dengan guru-guru ikut memantau cara kerja murid-muridnya. Ada yang membuat untuk ayah bunda, kakak adik, ibu bapak guru dan bahkan ada yang membuat untuk nenek. Anak-anak yang sudah selesai mengerjakan kartu lebaran, dipanggil ke depan kelas untuk membacakan dan memperlihatkan kartu lebaran kreasi mereka kepada teman-temannya. Dan kartu tersebut bisa dibawa pulang dan langsung diberikan kepada orang-orang yang mereka tuju.

Sebelum acara di tutup, Pak Zain memberikan ucapan terima kasih kepada guru, anak-anak, komite dan permintaan maaf dari Amsa karena tidak bisa hadir karena harus mempersiapkan keberangkatannya. Ternyata tanpa kami sadari, para guru sudah mempersiapkan bingkisan buat Gus Amsa sebagai wujud terima kasih mereka karena “Bapak Amsa dan teman-teman JRS lainnya sudah membekali kami dengan ilmu yang baru untuk bekal kami mengajar kedepannya dari pelatihan-pelatihan yang kami ikuti” kata salah satu perwakilan dari sekolah. Betul-betul suasana yang sangat akrab dan bersahabat. Acara ditutup dengan doa bersama dan diakhir pertemuan kami saling bermaaf-maafan karena mengingat kegiatan baru akan dimulai lagi setelah lebaran.

(Penulis: Eva)

admin Aceh

  1. ridho
    March 29th, 2010 at 11:56 | #1

    lhok rukam memang the Best lah…

  2. shaumy nur cipta sani
    August 18th, 2011 at 15:56 | #2

    I like it :roll:

  1. October 7th, 2009 at 18:07 | #1