“Sekarang kami nggak ragu lagi”
“Awalnya banyak kawan-kawan yang tanya sama saya, kenapa mau terima JRS di sekolah,” tutur Yasmalinda Ningsih (41) atau yang akrab di panggil ibu Neneng dalam sesi sharing pengalaman pada acara sosialisasi program pengurangan resiko bencana dan pendidikan perdamaian untuk sekolah-sekolah di gugus III. Sebagai kepala sekolah MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) Air Pinang, ibu Neneng sempat mengalami pergulatan batin. Sebuah proses yang sangat wajar mengingat saat itu, belum banyak informasi yang bisa diperoleh. Gambaran tentang identitas JRS pun masih tampak samar dan dipenuhi tanda tanya. Sempat muncul keraguan dalam hatinya sebelum bersedia menerima JRS untuk melaksanakan kegiatan bersama. “Saya harus tanya kawan-kawan guru yang lain, keuchik, imam chik, sampai kantor departemen agama,” terangnya lagi. Keberaniannya untuk menerima JRS berbuah manis. Manfaat yang dirasakan sekolahnya sangat besar. Ibu Neneng melihat ada perubahan positif baik bagi guru maupun murid. “Alhammdullilah, sekarang kami merasakan manfaat dari kegiatan bersama JRS,” ungkapnya. “Guru-guru menjadi lebih sabar terhadap anak-anak, begitu pun anak-anak jadi lebih disiplin dan senang berada di sekolah. Apalagi dengan living values yang membantu kami bagaimana mendidik anak-anak kami dengan nilai-nilai yang positif,” tambahnya. “Sekarang kami nggak ragu lagi,” tutupnya.