Archive

Archive for April, 2010

Setelah Hampir di Ujung Perjalanan

April 27th, 2010

(refleksi advokasi atas dua tahun project)

“…lebih mudah mengatakan halo daripada selamat tinggal” (White Lion on Mane Attraction, 1991)

Perjalanan program pencegahan pengungsian di beberapa gampong Aceh Selatan hampir selesai. Setelah dua tahun program ini berjalan di 13 gampong di kawasan Kluet maupun Pasieraja, akhirnya dengan berat hati JRS harus bersiap-siap mengatakan selamat tinggal. Tapi ternyata bukanlah sesuatu yang mudah bagi lembaga kemanusiaan seperti JRS untuk mengakhiri sebuah program. Alasannya, ternyata waktu yang ada berjalan seakan sangat cepat dan masih banyak hal yang belum bisa terlaksana, atau masih begitu banyak harapan dan targetan yang belum tercapai.

Read more…

admin Aceh

Kekompakan Warga Untuk Bersiaga Hadapi Gempa

April 27th, 2010

(Catatan dari Arena Simulasi Bencana Gempa di Lawe Sawah)

Kesan pertama ketika mengikuti kegiatan simulasi menghadapi bencana gempa di Lawe Sawah adalah kekompakan seluruh warga. Dari anak TK dan gurunya, siswa SD, pemuda, perangkat gampong sampai kelompok rentan, terlibat aktif mengikuti tahapan simulasi. Yang muda mau bekerja, perangkat gampong aktif memobilisasi warga, ibu-ibu dan kelompok rentan rela turut serta, guru dan siswa bersemangat, dan seluruh rangkaian acara berjalan dengan rancak dan lancar. Meski Pak Keucik Lawe Sawah, Abdunsyah pagi itu, tidak turun ke lapangan, karena ada kegiatan yang lebih penting di luar gampong, warga tampak antuasias mengikuti simulasi. Mungkin semangat dan kekompakan warga menjadi salah satu faktor kunci sukses acara simulasi, dan tentunya tak lepas kerja keras tim Simulasi JRS.

Read more…

admin Aceh

Jalan Panjang Menuju Aceh Selatan Tahan Bencana*

April 27th, 2010

(Refleksi pendek imaginatif)

Bersamaan dengan gerimis, sekitar jam 17.30 WIB, di sebuah kedai kupi yang lebih dikenal sebagai ”bukit” karena letaknya memang berada di tanah yang lebih tinggi dari kota Tapaktuan, tiga orang duduk di bawah naungan kanopi sederhana, bagian dari meja untuk ngupi dan makan. Tapi sore itu tak ada makanan di atas meja, cuma ada tiga cangkir kopi yang tampaknya sudah dingin, 2 bungkus rokok, dan tiga lelaki yang duduk mencangkung menghindari gerimis. Bila memandang ke bawah sekitar 10 meter maka akan terlihat hempasan ombak di batas pantai, dan jika beruntung, dari posisi meja itu mereka bisa sesekali melihat kepala Chelonia mydas yang menyembul dari air.

Read more…

admin Aceh

Ketika Dua Gampong di Bibir Samudera Menghadapi Gempa dan Tsunami

April 26th, 2010

(Catatan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana dari Lhok Rukam dan Air Pinang)

Beruntunglah masyarakat gampong yang punya pemimpin yang masih muda dan energik, berwibawa, kooperatif, berpengetahuan dan berkemauan untuk terus memajukan gampongnya. Setidaknya pemimpin seperti itu dimilki dua gampong di Kecamatan Tapaktuan, yakni Gampong Lhok Rukam dan Air Pinang.

Read more…

admin Aceh

Ketika Perangkat Gampong Aktif Peduli Simulasi

April 19th, 2010

Berbaju batik warna cokelat dan pantalon coklat tua, serta berkopiah hitam, M. Syarief , Keucik Gampong Ie Merah, Pasieraja, pagi itu (Selasa, 13/4) bukan mau menghadiri kenduri atau hajatan pesta warga di gampongnya. Sebagai keucik ketika warganya dikerahkan untuk mengikuti kegiatan simulasi menghadapi bencana gempa di gampongnya, M. Syarief pun tampak sangat bersemangat dan sibuk di tengah-tengah warganya yang sedang dievakuasi. Dia lari ke sana-ke mari terlibat aktif mengikuti alur skenario simulasi kesiapsiagaan bencana di gampong itu.

Read more…

admin Aceh