Archive

Archive for the ‘Opini Personal’ Category

Tak Ada Tempat Lagi Untuk Kembali

March 4th, 2009

“Bu, pokoknya kami akan tetap tinggal disini. Kalau pindah, mau pindah kemana lagi. Kami sudah tidak punya tempat selain disini”. Ucapan Bu Barisah ini masih tetap segar diingatanku meski sudah lebih tujuh bulan yang lalu aku dengar. Kegelisahan janda usia 60 tahun yang belum pernah melahirkan ini terbayang dari sorot matanya yang memerah.

Jauh dari tempat tinggal Ibu Barisah yang berada kawasan lokasi relokasi di Batangtoru, kegelisahan senada tergetar dari Bu Surayem, peranakan Tegal, Jawa Tengah yang tinggal bersama ibu, suami dan anaknya di Sei Minyak. “Lha nek digusur, terus arep manggon neng endi“, kalimat dengan bahasa Jawa ini keluar ketika meanggapi issue reloksi karena tempat tinggalnya adalah kawasan konservasi yang tidak boleh untuk tempat tinggal.

Read more…

admin Opini Personal , ,

Hidup dan Resiko

March 4th, 2009

Kalimat di atas aku dengar dari hasil obrolan kami dengan  seorang warga  yaitu pak Yatno ( wakil coordinator ) di Barak Induk dan banyak hal yang di bicarakan antara lain perkembangan ekonomi, pendidikan, politik dan juga menanyakan maksud kedatangan kami ( JRS ) dan bang Sil yang menjelaskan tujuan kunjungan JRS, apapun yang akan di buat oleh JRS bagi warga Barak Induk dengan senang hati kami persilahkan . Prinsip yang di pakai oleh mereka dalam hal tanah adalah yang pertama menduduki tanah, selanjutnya mencoba menguasai dan mulai dengan tanam tanaman jangka pendek maupun jangka panjang, persoalan selanjutnya bisa di miliki atau tidak itu adalah “ resiko “ yang harus di terima, inilah prinsip warga korban konflik saat menempati areal TNGL di kecamatan Sei Lepan.

Read more…

admin Opini Personal

Kaca Mata Baca Buat Mama Ros

March 4th, 2009

Di Pertengahan Bulan Januari 2008 yang lalu, kami dari JRS mengadakan acara Capacity Building yang tujuannya untuk membangun kerjasama dan kekompakan antar sesama tim di JRS. Kegiatan kami tersebut diselenggarakan di Pulau Samosir di sebuah pulau di tengah sebuah Danau Toba di Sumatera Utara.

Dari berbagai kegiatan yang saya jalani, ada satu kegitan yang sangat membuat saya bahagia sekaligus terharu yaitu pada sesi dimana seluruh peserta pelatihan yang berjumlah 42 orang dititipkan kaca mata baca (rabun dekat) oleh panitia, Kami diberi tugas, yang tugasnya adalah seluruh peserta diminta menemui masyarakat yang ada di pulau tersebut dan memberikan cuma-cuma kaca mata tersebut kepada masyarakat yang ditemuinya. Dan sekaligus menitipkan pesan agar suatu saat seandainya orang tersebut berbahagia maka bisa membagikan sedikit kebahagiaannya kepada orang lain.

Read more…

admin Opini Personal

Sekilas: PEUSIJEUK, di Lhok Rukam, yang PEACE : dari sudut pendatang baru

March 3rd, 2009

Kata Peusijeuk jika dirasakan akan dekat dengan peace (pi:s)“damai” [1]. Suasana ini terasa saat memasuki Gampong Lhok Rukam yang memiliki kecamatan Tapak Tuan, meski mentari terasa terik, tetapi suasana sambutan dan suasana meriah sungguh menghadirkan Damai bagi setiap orang yang hadir dalam acara ini.Tulisan-tulisan yang tertera pada papan kecil, Allah Maha Tahu, Maha Kuasa dst, yang digantungkan seakan menyambut dan menunjukkan suasana Gampong Lhok Rukam sebagai salah satu dari Gampong yang memiliki tradisi Islami sangat kuat, tetapi sekaligus kreatif.

Suara dari sound system organ tunggal Swara Pesona,menggelegar mewarnai suasana meriah, mengajak setiap orang untuk mendengarkan suara yang hangar bingar di Gampong Lhok Rukam. Gampong yang meraih juara gampong terbaik tingkat Propinsi Aceh, dengan menyisihkan 246 gampong lainnya. Bendera-bendera partai dari pelbagai partai menambah suasana meriah di sekitar. Ibu-ibu PKK sibuk mempersiapkan pelbagai makanan yang mengundang selera untuk segera makan. Dua Ibu PKK menemani para JRS putri, yang duduk manis menikmati sajian musik. Deskripsi suatu peran wanita yang penting dalam suatu tatanan masyarakat. Dua wanita berpakaian feimin tanpa jilbab sempat mengundang beberapa mata menatap penuh keheranan, beberapa teman JRS mengungkapkan hal tersebut.. Apakah ini gambaran kebebasan/kebablasan dari tradisi? Masyarakat yang tak mempersoalkan lagi? Pertanda apa ini? Penulis tak mau masuk lebih dalam lagi? Anak-anak dan orang muda sudah duduk dengan siapnya menanti acara akan segera dimulai.

Read more…

admin Aceh, Opini Personal

Berbagai Arti Nama JRS

December 31st, 2007

JRS itu kepanjangan dari Jesuit Refugee Service, yang dalam bahasa Indonesia berarti “pelayanan jesuit untuk pengungsi”
ternyata, selain kepanjangan dari Jesuit Refugee Service, JRS juga mempunyai banyak arti/kepanjangan kata. Yang mengartikan JRS pun beragam, baik oleh staf/volunteer JRS, pengungsi yang didampingi oleh JRS maupun masyarakat penerima pengungsi itu sendiri.

Read more…

admin Opini Personal