“Satu… Dua… Tiga….Hop!”
Begitu aba-aba Yani dan Liza, pemudi dari Desa Ie Merah dan Panjupian, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan saat kaki mereka hendak menapak pada tangga berjalan atau yang biasa disebut escalator, di salah satu mall di kota Medan.
Read more…
admin Aceh
“Bagus gambarmu, lanjutkan dan warnai lagi!” aku coba memberi semangat Kahar Ruddin dan M.Wali kelas V dari SD Lhok Sialang Rayek, yang sedang membuat poster perdamain. Saat aku kembali setelah satu putaran keliling, gambar yang satu sudah berubah menjadi warna merah. Goresan yang semula berbentuk seorang anak kecil kini berubah menjadi warna merah.” Lho kok jadi warna merah?” tanyaku pada Zakaria anak kelas empat. Dia tetap asyik mewarnai gambar tentara yang berbadan besar. “ Bang ini warna darah? Jawabnya singkat. “Orangnya dimana?” tanyaku lagi. “ Orangnya sudah gak ada lagi, udah jadi darah” dia tetap melanjutkan lukisan posternya.
Read more…
admin Aceh
Setelah sebulan sebelumnya menyelenggarakan Diskusi Publik mengenai Agenda Advokasi PRB (Pengurangan Risiko Bencana) di Aceh Selatan, kembali JRS, Yapala, dan FKMS menggelar forum tindak lanjut atas proses diskusi yang telah lalu. Bila diskusi publik merekomendasikan agar pemerintah daerah Aceh Selatan memfasilitasi pihak-pihak yang berkepentingan dalam penanganan bencana di Aceh Selatan, maka bisa dikatakan ini adalah jawabannya. Pasca diskusi publik itu terjadi komunikasi antara JRS, salah seorang anggota DPRK muda yang berpikiran progresif, dan Yapala dengan Ketua Umum Satlak PB yang saat ini ex officio Wakil Bupati Aceh Selatan Daska Azis S.Pd. MA. untuk melanjutkan proses diskusi ke arah pembahasan kebijakan.
Read more…
admin Aceh
Aceh Selatan adalah daerah sempit yang merentang secara seadanya dari pesisir Pantai Barat Sumatera di sebelah timur dan kawasan ekosistem Leuser di sisi lainnya. Bila Anda melihat peta Sumatera, tengoklah Pulau Simeuleu dan tarik garis lurus ke darat, di sanalah ibu kota Aceh Selatan yakni Tapaktuan berada. Well, ngga aneh kalau Anda lalu betul-betul melihat peta dan mencari lokasi kota Tapaktuan setelah membaca paragraf ini.
Read more…
admin Aceh
”Mereka semua laki-laki. Mereka itu tentara. Mereka bawa senjata. Seharusnya mereka melindungi kami dari rasa takut, bukan malah menyiksa kami. Kalau saya pribadi, meskipun saat itu usia saya masih kecil, lebih baik saya mati disiksa daripada telanjang di depan mereka”
Read more…
admin Aceh