(Refleksi pendek imaginatif)
Bersamaan dengan gerimis, sekitar jam 17.30 WIB, di sebuah kedai kupi yang lebih dikenal sebagai ”bukit” karena letaknya memang berada di tanah yang lebih tinggi dari kota Tapaktuan, tiga orang duduk di bawah naungan kanopi sederhana, bagian dari meja untuk ngupi dan makan. Tapi sore itu tak ada makanan di atas meja, cuma ada tiga cangkir kopi yang tampaknya sudah dingin, 2 bungkus rokok, dan tiga lelaki yang duduk mencangkung menghindari gerimis. Bila memandang ke bawah sekitar 10 meter maka akan terlihat hempasan ombak di batas pantai, dan jika beruntung, dari posisi meja itu mereka bisa sesekali melihat kepala Chelonia mydas yang menyembul dari air.
Read more…
admin Aceh
(Catatan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana dari Lhok Rukam dan Air Pinang)
Beruntunglah masyarakat gampong yang punya pemimpin yang masih muda dan energik, berwibawa, kooperatif, berpengetahuan dan berkemauan untuk terus memajukan gampongnya. Setidaknya pemimpin seperti itu dimilki dua gampong di Kecamatan Tapaktuan, yakni Gampong Lhok Rukam dan Air Pinang.
Read more…
admin Aceh
Berbaju batik warna cokelat dan pantalon coklat tua, serta berkopiah hitam, M. Syarief , Keucik Gampong Ie Merah, Pasieraja, pagi itu (Selasa, 13/4) bukan mau menghadiri kenduri atau hajatan pesta warga di gampongnya. Sebagai keucik ketika warganya dikerahkan untuk mengikuti kegiatan simulasi menghadapi bencana gempa di gampongnya, M. Syarief pun tampak sangat bersemangat dan sibuk di tengah-tengah warganya yang sedang dievakuasi. Dia lari ke sana-ke mari terlibat aktif mengikuti alur skenario simulasi kesiapsiagaan bencana di gampong itu.
Read more…
admin Aceh
“Satu… Dua… Tiga….Hop!”
Begitu aba-aba Yani dan Liza, pemudi dari Desa Ie Merah dan Panjupian, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan saat kaki mereka hendak menapak pada tangga berjalan atau yang biasa disebut escalator, di salah satu mall di kota Medan.
Read more…
admin Aceh
“Bagus gambarmu, lanjutkan dan warnai lagi!” aku coba memberi semangat Kahar Ruddin dan M.Wali kelas V dari SD Lhok Sialang Rayek, yang sedang membuat poster perdamain. Saat aku kembali setelah satu putaran keliling, gambar yang satu sudah berubah menjadi warna merah. Goresan yang semula berbentuk seorang anak kecil kini berubah menjadi warna merah.” Lho kok jadi warna merah?” tanyaku pada Zakaria anak kelas empat. Dia tetap asyik mewarnai gambar tentara yang berbadan besar. “ Bang ini warna darah? Jawabnya singkat. “Orangnya dimana?” tanyaku lagi. “ Orangnya sudah gak ada lagi, udah jadi darah” dia tetap melanjutkan lukisan posternya.
Read more…
admin Aceh