Meretas Jalan Menuju Qanun PRB Aceh Selatan

February 19th, 2010

Setelah sebulan sebelumnya menyelenggarakan Diskusi Publik mengenai Agenda Advokasi PRB (Pengurangan Risiko Bencana) di Aceh Selatan, kembali JRS, Yapala, dan FKMS menggelar forum tindak lanjut atas proses diskusi yang telah lalu. Bila diskusi publik merekomendasikan agar pemerintah daerah Aceh Selatan memfasilitasi pihak-pihak yang berkepentingan dalam penanganan bencana di Aceh Selatan, maka bisa dikatakan ini adalah jawabannya. Pasca diskusi publik itu terjadi komunikasi antara JRS, salah seorang anggota DPRK muda yang berpikiran progresif, dan Yapala dengan Ketua Umum Satlak PB yang saat ini ex officio Wakil Bupati Aceh Selatan Daska Azis S.Pd. MA. untuk melanjutkan proses diskusi ke arah pembahasan kebijakan.

Read more…

admin Aceh

“Percuma kalau cuma sampai di sini…!”

February 19th, 2010

Aceh Selatan adalah daerah sempit yang merentang secara seadanya dari pesisir Pantai Barat Sumatera di sebelah timur dan kawasan ekosistem Leuser di sisi lainnya. Bila Anda melihat peta Sumatera, tengoklah Pulau Simeuleu dan tarik garis lurus ke darat, di sanalah ibu kota Aceh Selatan yakni Tapaktuan berada. Well, ngga aneh kalau Anda lalu betul-betul melihat peta dan mencari lokasi kota Tapaktuan setelah membaca paragraf ini.

Read more…

admin Aceh

Perempuan-Perempuan di Daerah (yang dicap) Hitam

February 19th, 2010

”Mereka semua laki-laki. Mereka itu tentara. Mereka bawa senjata. Seharusnya mereka melindungi kami dari rasa takut, bukan malah menyiksa kami. Kalau saya pribadi, meskipun saat itu usia saya masih kecil, lebih baik saya mati disiksa daripada telanjang di depan mereka”

Read more…

admin Aceh

Ketika Hujan Tiba

February 19th, 2010

Kulirik jam yang dikenakan ketua pemuda Desa Panton Luas. Detaknya menunjukkan pukul 15.45 WIB. Usai sholat azar, pemudi telah berkumpul di rumah Yarni, mantan ketua pemudi desa di atas bukit itu. Mereka telah bersiap menuju lapangan, bersiap latihan volley. Sementara Putra dan Adi langsung menuju lapangan bola kaki yang bertolak belakang dengan lapangan volley.

Read more…

admin Aceh

“Sekarang kami nggak ragu lagi”

January 7th, 2010

“Awalnya banyak kawan-kawan yang tanya sama saya, kenapa mau terima JRS di sekolah,” tutur Yasmalinda Ningsih (41) atau yang akrab di panggil ibu Neneng dalam sesi sharing pengalaman pada acara sosialisasi program pengurangan resiko bencana dan pendidikan perdamaian untuk sekolah-sekolah di gugus III. Sebagai kepala sekolah MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) Air Pinang, ibu Neneng sempat mengalami pergulatan batin. Sebuah proses yang sangat wajar mengingat saat itu, belum banyak informasi yang bisa diperoleh. Gambaran tentang identitas JRS pun masih tampak samar dan dipenuhi tanda tanya. Sempat muncul keraguan dalam hatinya sebelum bersedia menerima JRS untuk melaksanakan kegiatan bersama. “Saya harus tanya kawan-kawan guru yang lain, keuchik, imam chik, sampai kantor departemen agama,” terangnya lagi. Keberaniannya untuk menerima JRS berbuah manis. Manfaat yang dirasakan sekolahnya sangat besar. Ibu Neneng melihat ada perubahan positif baik bagi guru maupun murid. “Alhammdullilah, sekarang kami merasakan manfaat dari kegiatan bersama JRS,” ungkapnya. “Guru-guru menjadi lebih sabar terhadap anak-anak, begitu pun anak-anak jadi lebih disiplin dan senang berada di sekolah. Apalagi dengan living values yang membantu kami bagaimana mendidik anak-anak kami dengan nilai-nilai yang positif,” tambahnya. “Sekarang kami nggak ragu lagi,” tutupnya.

Read more…

admin Aceh